Sabtu, 30 April 2011

25 Motivasi Hidup Cinta dan Kesuksesan

  1. Berusaha untuk selalu berfikir positif dan optimis dalam semua kesulitan ,Jangan terobsesi pada pengalaman masa lalu atau masa depan, tapi tataplah masa kini. Masa lalu sudah lewat, tak akan kembali lagi, masa depan itu belum terjadi jadi kita tak tahu apa yang terjadi dan akhirnya hanya berangan berharap sesuatu, tapi di masa kinilah, kita harus menentukan dan membuat keputusan terhadap diri kita.
  2. Berfikir positif dan optimis terlihat seperti kalimat puisi yang sepele, tapi sdarilah ini sangat penting dalam peran anda mengambil keputusan yang akan menentukan kesuksesan atau kehancuran
  3. Bercerminlah dari kesalahan orang lain, selain dari kesalahan diri kita sendiri,bercermin pada kesalahan diri sendiri supaya tidak terjatuh pada lubang yang sama, dan dengan bercermin dari kesalahan orang, maka akan lebih memacu kita agar kesalahan itu tidak menimpa kita.
  4. Jujurlah meskipun kejujuran itu membawa kita ke neraka.
  5. Tidak akan keadilan bisa ditegakkan selama kita masih acuh terhadap hukum yang ada dan mementingkan kepentingan pribadi.
  6. Jika kamu mencintai seseorang, cintailah dia apa adanya, bukan karena kamu ingin dia menjadi seperti yang kamu inginkan, karena sesungguhnya kamu hanya mencintai cerminan diri kamu pada dirinya.
  7. Bermimpilah akan sesuatu dan jadikanlah mimpimu itu kenyataan, sesungguhnya tak akan ada dunia ini jika tak ada yang bermimpi
  8.  Jika kamu gagal mendapatkan sesuatu, hanya satu hal yang harus kamu lakukan, coba lagi!!!!
  9. Janganlah kamu mencintai seseorang karena paras/wajahnya, hartanya dan jabatannya, tapi cintai karena kebaikan dan ketulusan hatinya karena diantara itu semua, hanya kebaikan dan ketulusan hatinya yang tetap abadi.
  10. Jangan berusaha/mengerjakan sesuatu dengan setengah hati, karena hasil yang kamu dapat juga hanya setengahnya.
  11. Jangan lelah untuk mencari ilmu karena segala sesuatu di dunia ini perlu ilmu, jika tak ada ilmu maka kita sama saja dengan orang mati, tak akan bisa berbuat apa-apa. 
  12. Datangilah sahabatmu di saat dia susah dan lenyaplah di saat dia bahagia, karena sesungguhnya kamulah yang akan diingat di saat dia sedang susah di saat kamu membantunya 
  13. Sesungguhnya di saat kesusahan teman, satu senyum yang tulus lebih berharga daripada sejuta kata yang tiada guna.
  14. Sesungguhnya masih banyak orang di dunia yang lebih susah dari kita, maka hentikanlah segala keluhan kita dan bersyukur terhadap apa yang kita punya.
  15. Hargai dan hormati orang lain jika kita ingin dihormati dan dihargai orang lain, serta hormati dan hargai diri sendiri terlebih dulu baru kita bisa menghargai dan menghormati orang lain.
  16. Syukurilah apa yang kamu dapat karena belum tentu kamu bisa mendapat lagi apa yang telah kamu dapat.
  17. Satu harta yang sangat berharga yang jarang dimiliki orang masa kini, itulah kejujuran
  18. .Hakekat semua manusia mempunyai derajat yang sama, kita tak perlu membedakannya karena akibatnya akan membuat diri kita juga rendah
  19. Ketika diri kita merasa telah dikhianati dan dikecewakan, berdoalah agar suatu saat kau tak akan mengkhianati dan mengecewakan, karena kamu juga telah merasakan betapa sakitnya dikhianati dan dikecewakan.
  20. Cinta bukanlah satu-satunya alasan hidup namun tanpa cinta juga hidup akan terasa hambar dan membosankan.
  21. Jangan jadikan suatu kegagalan sebagai alasan untuk takut mengalaminya kembali sehingga anda tak mau mencoba lagi , tapi lihatlah kegagalan sebagaikesuksesan mengetahui cara yang salah 
  22. Apabila kamu melihat suatu keindahan, bersyukurlah karena kamu masih bisa menikmati keindahan yang belum tentu akan kamu bisa lihat lagi
  23. Waktu adalah pedang, jika kamu bisa menggunakan dengan baik, maka pasti akan membawa keberuntungan, tapi jika kau menggunakan dengan buruk, pasti dia akan membunuhmu.
  24. Kematian itu datang tiba-tiba, maka apakah kamu masih berpikir untuk selalu menikmati dunia?
  25. Kesuksesan selalu punya harga yang harus dibayar. OranG yang super sibuk sukes, mulai dari Boss Microsoft Bill Gates, atau Boss CNN Ted Turner, atau Albert Enistein, atau siapapun itu, selalu punya "luka" yang jarang dapat diketahui orang luar. Orang luar hanya melihat "enak"nya saja. 

Kamis, 21 April 2011

Obat Obat Kardiovaskuler

Obat – obat kardiovaskuler digolongkan menjadi 4 kelompok :
  1. Obat Gagal Jantung.
    1. Diuretik.
      • Furosemide
Dikenal sebagai ”loop diuretic”, oleh karena loop hande.
Efek :
  1. Memperlambat reabrorbsi natrium dan chlorida.
  2. Mempercepat diuresis.
  3. sebagai vasodilatasi arteri renalis.
Indikasi :
  1. Gagal jantung.
  2. Oedema pulmo.
  3. Oedema perifer.
  4. Hipertensi emergensi.
  5. Syndroma neprotik.
Kontra Indikasi :
  1. Asidosis metabolic.
  2. Peningkatan azolemia.
  3. Kehamilan / menyusui
Dosis : 1 – 5 mg ? Dosis maximal : 30 – 40 mg / 24 jam.
Nursing Point :
  1. Sebaiknya diberikan pada pagi hari, kecuali keadaan tertentu (emergency)
  2. Monitoring balance : intake dan output.
  3. Monitoring blood pressure, elektrolit, BB, dan oedema.
Jenis diuretic lain : HCT, Spirolactone.
  1. ACE Inhibitor.
  • Short acting           : Captopril, tenise, elapril.
  • Long acting            : Lisinopril.
Efek :
  1. Menghambat pembentukan angiotensi II.
  2. Menurunkan preload dan after load.
  3. Hiperkalemia, fatique, sakit kepala.
  4. Vasodilatasi sistemik.
Indikasi :
  1. Gagal jantung.
  2. Hipertensi.
Kontra Indikasi :
Kehamilan, stenosis arteri renalis, engiodema.
Nursing Point :
  1. Monitoring blood pressure sebelum, saat dan sesudah pemberian.
  2. Monitor sakit kepala dan batuk.
  3. Monitor fungsi ginjal (gagal ginjal biasa terjadi hipokalemi)
  4. Pemakaian jangka panjang bias terjadi ”Impoten”.
  1. Digitalis.
Lanoxin, fargoxin (digoxin).
Efek :
  1. Menyekat sodium yang merupakan membran bond.
  2. Inotropik positif (meningkatkan kontraktilitas myocard).
  3. Kronotasik negatif (menurunnya laju heart rate).
Indikasi :
  1. Gagal jantung.
  2. Ventrikel vibrilasi.
Kontra Indikasi :
  1. Total AV Blok.
  2. Hypokalemia.
  3. Gagal ginjal.
  4. Kardiomyopati dan sindrom WPW.
Nursing Point :
  1. Monitoring tanda-tanda intoxikasi : mual, pusing, pandangan kabur.
  2. Nilai terapeutik sempit :1 – 2 mg / 24 jam.
  3. Hipokalemia dapat menyebabkan intoksikasi.
  4. periksa digoxin level : diambil 6 jam setelah minum obat terakhir.
  1. Inotropik.
    1. Dopamin.
Merupakan Inotropik positif dan kronotopik positif.
Efek :
  1. Merangsang saraf simpatis.
  2. Merangsang reseptor beta I adrenergis dan resptor dopaminergik.
Dosis :
  1. Rendah (renal dose).
0,5 – 2 mg / kg BB / menit atau 2 – 5 mg / kg BB /menit.
Efek :
  • Merangsang reseptor dopaminergik yang menghasilkan vasodilator pembuluh darah renal, mesentrika dan spasme.
  • Heart ratye dan curah jantung bila meningkat.
  1. Sedang.
5 – 10 mh /kg BB / menit.
Efek :
  • Merangsang reseptor alfa dan beta miocard.
  • Terjadi pelapasan non epineprin
  • Curah jantung meningkat, HR meningkat, BP meningkat.
  1. Tinggi.
10 – 15 mg / kg BB / menit
Efek :
Biasa terjadi vasokonstriksi sistemik, sehingga BP meningkat.
Nursing Point :
  1. Monitoring BP, HR, ECG : Aritmia.
  2. Monitoring tanda-tanda vasokonstriksi perifer : akral dingin. Sianosis perifer.
  3. monitoring efek samping : mual, muntah, hipertensi.
  1. Dobutamin.
Merupakan inotropik murni.
Efek :
Menstimulasi adrenoreseptor untuk meningkatkan kontrktilitas miocard.
Dosis :
  • Rendah
2 – 5 mg / kg BB / menit.
Efek :
Meningkatkan kontraktilitas (C.O) tanpa meningkatkan HR.
  • Sedang
5 – 10 mg / kg BB / menit.
Efek :
Meningkatkan kontraktilitas miocard (C.O meningkat) dengan penurunan tekanan kapasitas paru.
  • Sedang
10 – 20 mg / kg BB / menit.
Efek :
Meningkatkan cardiac output (kontraktilitas.
Nursing Point :
  1. Monitor BB, HR, irama ECG.
  2. Monitor efek samping : mual, muntah, sakit kepala, papitasi dan tremor.
  1. Non Adrenalin (vascon /Levoped)
Dosis : 0,01 – 0,2 mg / kg BB / menit.
II.  Obat Anti Angina.
  1. Beta Bloker.
Efek :
  • Menekan reseptor beta sehingga denyut jantung dan kontraksi jantung menurun.
  • Mengurangi kebutuhan oksigen (demand) dan meningkatkan suplai oksigen ke myocard.
    • Kardio Selektif              : Tidak menyebabkan broncho spasme (metoprolol,
Jenis beta bloker
atenolol, ace butanol.
  • Non Kardio Selektif       : Dapat menyebabkan broncho spasme (propanolol,
nadalol, pindalol).
Efek Samping :
  1. Gagal jantung.
  2. AV Blok.
  3. Depresi.
  4. Spasme bronkus
Indikasi :
  1. Angina pectoris.
  2. Aritmia.
  3. Hipertensi.
Nursing Point :
  1. Monitor BP dan HR sebelum pemberian.
  2. Monitoring terhadap gagal jantung.
  3. Monitoring terhadap efek sentral : mimpi buruk, gangguan sexual, pusing dan palpasi.
  1. Calsium Antagonis.
Efek :
  1. Vasodilator dan menurunkan tahanan perifer.
  2. Menghambat pemasukan kalsium kedalam sel.
  3. Memperpanjang remode refraksi pada AV Blok.
  4. Inotropik.
Indikasi :
  1. Angina pectoris.
  2. Aritmia (SVT).
  3. Hipertensi.
Jenis Kalsium Antagonis.
  1. Verapamil : Isoptin
Efek                       : menekan jaringan ”Slow Respon”di AV Node.
Indikasi                  : Angina Variant, Anti Aritmia (SVT)
Efek samping         : Sakit kepala, berdebar-debar, mual, dyspepsia, fatique,
bradikardi, AV Blok atau Asistole (jarang).
  1. Nifedipin
Efek                       : Vasodilator arteriol kuat, tetapi efek terhadap AV Node
kecil.
Indikasi                  : Angina pectoris stabil, infark dan HT.
Efek samping         : hipotensi, keringat dingin dan palpitasi oleh karena
meningkatnya tonus simpatis.
  1. Nitrat (ISDN, Cedocard, Isoket, NTG)
Efek:
  1. Relaxasi otot polos sehingga terjadi vasodilatasi.
  2. Menurunkan preload dan after load.
  3. Mengurangi kebutuhan O2 miokard dan meningkatksn suplai O2 ke mikard.
Indikasi :
  1. Angina Pektoris.
  2. Gagal jantung.
  3. hipertensi.
  4. ischemik / infark miokard. Sediaan : oral, SL, IV, Transderma.
Nursing Point :
  • Periksa tekanan darah sebelum pemberian.
  • Monitor efek obat terhadap nyeri dada.
  • Monitor efek samping : mual, muntah, sakit kepala.
  1. Obat Anti Koogulansi.
    1. Anti Koagulan ( Heparin, lovenox, fraxiparine, arixtra
Efek :
  • Menghambat bekuan darah dengan mengubah protrombin menjadi trombin.
  • Menghambat agregasi platelet oleh trmbin.
  • Mencegah trmbo emboli di arteri dan vena.
Indikasi :
  • Infark miocard.
  • U A P.
  • DIC ( Disseminated Intravaskuler Coagulation )
Kontra Indikasi :
  • Ada kecenderungan perdarahan.
  • Gastritis erosive (gastric ulcer)
  • Klien menjalani bedah otak atau spinal cord.
  • Gagal ginjal atau hepar
  1. Anti Trombolitik / Fibrinolitik
  2. Anti Platelet ( Plavix, aspilet, ticlid, agrastac, leoprol )
IV.  Obat Anti Aritmia / Disritmia.
Dibagi menjadi 4 kelas:
KELAS I
Anti anastetik local dan menghambat chanel Na+
Dibagi menjadi 3 sub kelas :
Kelas I A
Memperpanjang masa refakter dan memperlambat konduksi, misalnya : quinidine, procainamide, disopiramide.
  • QUINIDINE
DOSIS : 500 – 1500 MG/HARI.
  • Untuk mencegah Atrial Flutter dan Atrial Fibrilasi.
  • Untuk obat lanjutan post cardioversi.
  • Untuk terapi paroxysmal SVT dan VT.
  • PROCAINAMIDE
Dosis : 100 mg bolus (lambat sampai dengan 5 menit) Total bolus 1 – 1,5 gr.
  • Untuk VES, AF< PAT.
  • Kontra indikasi : SLE< myasthenia gravis.
  • DISOPIRAMIDE
Dosis loading : 2 mg / kg BB diberikan dalam 5 – 10 menit. Total dosis tidak boleh > 150 mg.
  • Untuk SVT akut berulang.
  • Kontra indikasi : AV Block, gagal jantung, gagal ginjal.
Kelas I B
Memperpebdek masa refrakter.
Misalnya: lignocain, mexitec (mexiletine).
  • LIDNOCAIN.
DOSIS BOLUS : 1 – 2 MG / KG BB dalam 5 menit, dapat diulang setelah 3  – 5 menit, tidal boleh > 300 mg dalam waktu 1 jam.
  • Indikasi : aritmia ventrikel karena iskemik atau infark (VT).
  • Kontra Indikasi : AV Block, gagal jantung, syok.
  • MEXILETINE.
Dosis : 200 – 250 mg dalam 10 menit.
Dosis maintenance : 0,5 mg / menit.
  • Indikasi : VT dan aritmia ventrikel lain.
Kelas I C
Sangan memperlambat produksi.
Efek minimal terhadap masa refrakter.
  • FLECAINIDE
Dosis intra vena           : 2 mg / kg BB dalam 10 menit.
Total dosis                   : 150 mg
Dosisi oral                    : 2 x 100 mg / hari.
  • Indikasi : ventrikel ectopic dan takikardi.
  • Kontra Indikasi : AV Block 2, aritmis karena infark.
KELAS II
(Beta bloker = beta adrenergic bloker)
indikasi : Aritmia ventrikel, angina pectoris dan hipertensi.
Kontra Indikasi : asma bronchial, PPOK, CHF.
Atenokal :
Dosis oral   : 50 – 100 mg / hr (1x/hr)
IV               : 2,5 mg selama 2 – 3 hari, dapat diulang setelah 5
Menit, dosis max. 20 mg.
Metoprolol :
Dosis oral   : 50 mg / hari (2x / hari)
IV               : 5 mg dalam 5 menit, dosis max. 20 mg.
KELAS III
Meperpanjang masa refrakter / prolog repolaritation.
  • Amiodaron ( cordaron = kendaron )
    • Indikasi : VT, SYT berulang.
    • Kontra Indikasi : sinus bradikardi, AV Block, sick sinus syndrom, penyakit tiroid.
    • Dosis : IV bolus : 5 mg / BB  oplos NaCl 0,9 % habis dalam 5 menit. Dosis pemeliharaan 900 mg / 24 jam. Atau IV bolus 150 mg dalam 1 menit, bias diulang 150 mg dalam 10 menit (bila masih VT).
    • Dosis maintenance : 1 mg / Kg BB / jam habis dalam 6 jam, dilanjutkan ½ mgb / Kg BB / jam habis dalam 18 jam, kemudian dilanjutkan per oral.
    • Efek samping : hypertensi, bradikardi, alveolitis paru, memperburuk CHF.
KELAS IV
( Calsium Chanel Blocker )
Menghambat pemasukan calsium kedalam sel dan otot polos, sehingga dpat mencegah kontraksi dan menurunkan after load.
  • Veropamil.
    • Indikasi : Supra ventrikel aritmia.
    • Dosis IV bolus 5 – 10 mg dalam 5 menit, dapat diulang setelah 5 menit sebesar 5 mg.
    • Dosis oral : 40 – 160 mg 3x / hari.
    • Efek samping : Hypotensi
NARKOTIK ANALGETIK
Dalam keadaan emergensi, obat narkotik analgetik sering digunakan pada kasus-kasus kardiovaskuler. Disamping mempunyai efek anti nyeri yang kuat (pada ACS / infark). Narkotik analgetik mempunyai efek sedasi yang bermanfat untuk mengurangi kecemasan dan beberapa efek lain yang menguntungkan.
  1. Morphin.
Efek: -  Analgetik kuat, langsung menekan respon nyeri di syaraf
pusat.
- Vasodilatasi vaskuler menrunkan afterload.
Indikasi : diberikan pada ACS / infark left ventrikel.
Karena efek vasodilatasi dan menurunkan after load, morphin sangat bermanfaat untuk mengurangi kerja LV / LU yang mengalami penurunan kontraktilitas.
Dosis : SC 5 mg, IV star 0,5 mg / jam.
  1. Pethidin.
Efek :- Analgetik narkotik kuat, langsung menekan reseptor nyeri dan
system saraf pusat.
- Vasokontriksi, meningkatkan after load.
Indikasi : diberikan pada ACS atau infark RV (Right Ventrikel). Karena efek vaso kontriksi, meningkatkan after load, pethidin bermanfaat untuk menyeimbangkan low out put bila terjadi penurunan kontraktilitas RV.
Dosis : SC / IV : 0,5 – 1mg / Kg BB.

Selasa, 12 April 2011

Manfaat dan Bahaya Kopi



Setelah kemaren saya menulis tentang manfaat cuka dan garam, kali ini saya akan menulis tentang manfaat dan bahaya kopi. Siapa sih yang tak kenal kopi?? Minuman berwarna hitam dan rasanya yang pahit ini, konon katanya bisa menghilangkan rasa kantuk dan lemas. Selain manfaatnya..ternyata kopi juga menimbulkan bahaya bagi tubuh. Cari tahu yuk tentang manfaat dan bahaya kopi.


Zat yang terkandung dalam kopi adalah kafein.

Kafein merupakan senyawa kimia alkaloid yang dikenal sebagai trimetilsantin dengan rumus molekul C8H10N4O2. Jumlah kandungan kafein dalam kopi adalah 1-1,5%, sedangkan pada teh 1-4,8%.

Kafein bekerja dalam tubuh dengan mengambil alih reseptor adenosin
dalam sel syaraf yang akan memacu produksi hormon adrenalin.



Manfaat kopi

Dalam dunia kedokteran, kafein sering digunakan sebagai perangsang kerja jantung dan meningkatkan produksi urin. Dalam dosis yang rendah kafein dapat berfungsi sebagai bahan pembangkit stamina dan penghilang rasa sakit.

Mekanisme kerja kafein dalam tubuh adalah menyaingi fungsi adenosin (salah satu senyawa yang dalam sel otak bisa membuat orang cepat tertidur).

Dimana kafein itu tidak memperlambat gerak sel-sel tubuh, melainkan kafein akan membalikkan semua kerja adenosin sehingga tubuh tidak lagi mengantuk, tetapi muncul perasaan segar, sedikit gembira, mata terbuka lebar, jantung berdetak lebih kencang, tekanan darah naik, otot-otot berkontraksi dan hati akan melepas gula ke aliran darah yang akan membentuk energi ekstra.

Itulah sebabnya berbagai jenis minuman pembangkit stamina umumnya mengandung kafein sebagai bahan utamanya.


Kerugian Kopi

Selain manfaatnya untuk kesehatan ternyata kopi juga memiliki kerugian. Salah satunya adalah efek ketergantungan.

Minum kopi ternyata dapat meningkatkan resiko terkena stroke. Sebuah penelitian yang dimuat dalam journal of neurology, neurosurgry and psychiatry tahun 2002 menyimpulkan bahwa minum lebih dari 5 gelas kopi perhari akan meningkatkan resiko terjadinya kerusakan pada dinding pembuluh darah.

Kafein juga dapat menyebabkan insomnia, mudah gugup, sakit kepala, merasa tegang dan cepat marah.

Pada wanita hamil juga disarankan tidak mengkonsumsi kopi dan makanan yang mengandung kafein. Hal ini karena kafein dapat meningkatkan denyut jantung. Pada janin dapat menyerang plasenta dan masuk dalam sirkulasi darah janin. Dampak terburuknya, bisa menyebabkan keguguran.


Aman konsumsi kopi

Minum kopi dalam jumlah yang cukup atau sedang tidak akan membahayakan, bahkan akan bermanfaat bagi kesehatan.

Jumlah yang boleh dikonsumsi adalah 300 mg kafein atau setara dengan 3 cangkir kopi perhari. Kecanduan terhadap kafein diperkirakan jika mengkonsumsi lebih dari 600 mg kafein atau setara dengan 5-6 cangkir kopi perhari selama 8-15 hari berturut-turut.

Sedangkan dosis yang dapat berakibat fatal bagi manusia adalah sekitar 10 gram kafein atau 20-50 cangkir perhari.


Sumber: Dra. Emma S Wirakusumah, Msc dan Wikipedia

asuhan keperawatan gagal jantung

PENDAHULUAN
Gagal jantung adalah keadaan ketidakmampuan jantung sebagai pompa darah untuk memenuhi secara adekuat kebutuhan metabolisme tubuh. Keadaan ini dapat disebabkan oleh karena gangguan primer otot jantung atau beban jantung yang berlebihan atau kombinasi keduanya. (1)
Untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh, jantung yang bertindak sebagai pompa sentral akan memompa darah untuk menghantarkan bahan-bahan metabolisme yang diperlukan ke seluruh jaringan tubuh dan mengangkut sisa-sisa metabolisme untuk dikeluarkan dari tubuh. (2)
Beban jantung yang berlebihan pada preload atau beban volume terjadi pada defek dengan pirau kiri ke kanan, regurgitasi katup, atau fistula arteriovena. Sedangkan beban yang berlebihan pada afterload atau beban tekanan terjadi pada obstruksi jalan keluar jantung, misalnya stenosis aorta, stenosis pulmonal atau koarktasio aorta. (2)
Gagal jantung kongestif pada bayi dan anak merupakan kegawatdaruratan yang sangat sering dijumpai oleh petugas kesehatan dimanapun berada. Keluhan dan gejala sangat bervariasi sehingga sering sulit dibedakan dengan akibat penyakit lain di luar jantung. (3)
Gagal jantung yang merupakan ketidakmampuan jantung mempertahankan curah jantung (cardiac output=CO) dalam memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Penurunan CO mengakibatkan volume darah yang efektif berkurang.
Untuk mempertahankan fungsi sirkulasi yang adekuat, maka di dalam tubuh terjadi suatu refleks homeostasis atau mekanisme kompensasi melalui perubahan-perubahan neurohumoral, dilatasi ventrikel dan mekanisme Frank-Starling. Dengan demikian manifestasi klinik gagal jantung terdiri dari berbagai respon hemodinamik, renal, neural dan hormonal yang tidak normal. Salah satu respon hemodinamik yang tidak normal adalah peningkatan tekanan pengisian (filling pressure) dari jantung atau preload. (4)
Gagal jantung adalah keadaan patifisiologik di mana jantung sebagai pompa tidak mampu memenuhi kebutuhan darah untuk metabolisme jaringan. Ciri-ciri yang penting dari definisi ini adalah pertama, definisi gagal adalah relatif terhadap kebutuhan metabolisme tubuh, dan kedua, penekanan arti gagal ditujukan pada fungsi pompa jantung secara keseluruhan.
Istilah gagal miokardium ditujukan spesifik pada fungsi miokardium; gagal miokardium umumnya mengakibatkan gagal jantung, tetapi mekanisme kompensatorik sirkulasi dapat menunda atau bahkan mencegah perkembangan menjadi gagal jantung dalam fungsi pompanya. (5)
Gagal jantung merupakan suatu masalah kesehatan masyarakat yang banyak dijumpai dan menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas utama baik di negara maju maupun di negara sedang berkembang. (6)
Etiologi Gagal Jantung
Terdapat tiga kondisi yang mendasari terjadinya gagal jantung, yaitu :
1. Gangguan mekanik ; beberapa faktor yang mungkin bisa terjadi secara tunggal atau bersamaan yaitu :
  • Beban tekanan
  • Beban volume
  • Tamponade jantung atau konstriski perikard, jantung tidak dapat diastole
  • Obstruksi pengisian ventrikel
  • Aneurisma ventrikel
  • Disinergi ventrikel
  • Restriksi endokardial atu miokardial
2. Abnormalitas otot jantung
  • Primer : kardiomiopati, miokarditis metabolik (DM, gagal ginjal kronik, anemia) toksin atau sitostatika.
  • Sekunder: Iskemia, penyakit sistemik, penyakit infiltratif, korpulmonal
3. Gangguan irama jantung atau gangguan konduksi (3)
Di samping itu penyebab gagal jantung berbeda-beda menurut kelompok umur, yakni pada masa neonatus, bayi dan anak (1)
Periode Neonatus
Disfungsi miokardium relatif jarang terjadi pada masa neonatus, dan bila ada biasanya berhubungan dengan asfiksia lahir, kelainan elektrolit atau gangguan metabolik lainnya. Lesi jantung kiri seperti sindrom hipoplasia jantung kiri, koarktasio aorta, atau stenosis aorta berat adalah penyebab penting gagal jantung pada 1 atau 2 minggu pertama.(1)
Periode Bayi
Antara usia 1 bulan sampai 1 tahun penyebab tersering ialah kelainan struktural termasuk defek septum ventrikel, duktus arteriosus persisten atau defek septum atrioventrikularis. Gagal jantung pada lesi yang lebih kompleks seperti transposisi, ventrikel kanan dengan jalan keluar ganda, atresia tricuspid atau trunkus arteriosus biasanya juga terjadi pada periode ini. (1)
Periode Anak
Gagal jantung pada penyakit jantung bawaan jarang dimulai setelah usia 1 tahun. Di negara maju, karena sebagian besar pasien dengan penyakit jantung bawaan yang berat sudah dioperasi, maka praktis gagal jantung bukan menjadi masalah pada pasien penyakit jantung bawaan setelah usia 1 tahun. (1)
Patofisiologi Gagal Jantung
Gagal jantung bukanlah suatu keadaan klinis yang hanya melibatkan satu sistem tubuh melainkan suatu sindroma klinik akibat kelainan jantung sehingga jantung tidak mampu memompa memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Gagal jantung ditandai dengan dengan satu respon hemodinamik, ginjal, syaraf dan hormonal yang nyata serta suatu keadaan patologik berupa penurunan fungsi jantung.
Respon terhadap jantung menimbulkan beberapa mekanisme kompensasi yang bertujuan untuk meningkatkan volume darah, volume ruang jantung, tahanan pembuluh darah perifer dan hipertropi otot jantung. Kondisi ini juga menyebabkan aktivasi dari mekanisme kompensasi tubuh yang akut berupa penimbunan air dan garam oleh ginjal dan aktivasi system saraf adrenergik. (3)
Kemampuan jantung untuk memompa darah guna memenuhi kebutuhan tubuh ditentukan oleh curah jantung yang dipengaruhi oleh empar faktor yaitu: preload; yang setara dengan isi diastolik akhir, afterload; yaitu jumlah tahanan total yang harus melawan ejeksi ventrikel, kontraktilitas miokardium; yaitu kemampuan intrinsik otot jantung untuk menghasilkan tenaga dan berkontraksi tanpa tergantung kepada preload maupun afterload serta frekuensi denyut jantung.
Dalam hubungan ini, penting dibedakan antara kemampuan jantung untuk memompa (pump function) dengan kontraktilias otot jantung (myocardial function). Pada beberapa keadaan ditemukan beban berlebihan sehingga timbul gagal jantung sebagai pompa tanpa terdapat depresi pada otot jantung intrinsik. Sebaliknya dapat pula terjadi depresi otot jantung intrinsik tetapi secara klinis tidak tampak tanda-tanda gagal jantung karena beban jantung yang ringan. (1)
Pada awal gagal jantung, akibat CO yang rendah, di dalam tubuh terjadi peningkatan aktivitas saraf simpatis dan sistem renin angiotensin aldosteron, serta pelepasan arginin vasopressin yang kesemuanya merupakan mekanisme kompensasi untuk mempertahankan tekanan darah yang adekuat. Penurunan kontraktilitas ventrikel akan diikuti penurunan curah jantung yang selanjutnya terjadi penurunan tekanan darah dan penurunan volume darah arteri yang efektif. Hal ini akan merangsang mekanisme kompensasi neurohumoral. (4)
Vasokonstriksi dan retensi air untuk sementara waktu akan meningkatkan tekanan darah sedangkan peningkatan preload akan meningkatkan kontraktilitas jantung melalui hukum Starling. Apabila keadaan ini tidak segera teratasi, peninggian afterload, peninggian preload dan hipertrofi/ dilatasi jantung akan lebih menambah beban jantung sehingga terjadi gagal jantung yang tidak terkompensasi.(4)
Manifestasi Klinik Gagal Jantung
Manifestasi klinis gagal jantung bervariasi, tergantung dari umur pasien, beratnya gagal jantung, etiologi penyakit jantung, ruang-ruang jantung yang terlibat, apakah kedua ventrikel mengalami kegagalan serta derajat gangguan penampilan jantung. (1,6)
Pada bayi, gejala Gagal jantung biasanya berpusat pada keluhan orang tuanya bahwa bayinya tidak kuat minum, lekas lelah, bernapas cepat, banyak berkeringat dan berat badannya sulit naik. Pasien defek septum ventrikel atau duktus arteriosus persisten yang besar seringkali tidak menunjukkan gejala pada hari-hari pertama, karena pirau yang terjadi masih minimal akibat tekanan ventrikel kanan dan arteri pulmonalis yang masih tinggi setelah beberapa minggu (2-12 minggu), biasanya pada bulan kedua atau ketiga, gejala gagal jantung baru nyata.
Anak yang lebih besar dapat mengeluh lekas lelah dan tampak kurang aktif, toleransi berkurang, batuk, mengi, sesak napas dari yang ringan (setelah aktivitas fisis tertentu), sampai sangat berat (sesak napas pada waktu istirahat).
Pasien dengan kelainan jantung yang dalam kompensasi karea pemberian obat gagal jantung, dapat menunjukkan gejala akut gagal jantung bila dihadapkan kepada stress, misalnya penyakit infeksi akut. (1)
Pada gagal jantung kiri atau gagal jantung ventrikel kiri yang terjadi karena adanya gangguan pemompaan darah oleh ventrikel kiri, biasanya ditemukan keluhan berupa perasaan badan lemah, berdebar-debar, sesak, batuk, anoreksia, keringat dingin.
Tanda obyektif yang tampak berupa takikardi, dispnea, ronki basah paru di bagian basal, bunyi jantung III, pulsus alternan. Pada gagal jantung kanan yang dapat terjadi karena gangguan atau hambatan daya pompa ventrikel kanan sehingga isi sekuncup ventrikel kanan menurun, tanpa didahului oleh adanya Gagal jantung kiri, biasanya gejala yang ditemukan berupa edema tumit dan tungkai bawah, hepatomegali, lunak dan nyeri tekan; bendungan pada vena perifer (vena jugularis), gangguan gastrointestinal dan asites. Keluhan yang timbul berat badan bertambah akibat penambahan cairan badan, kaki bengkak, perut membuncit, perasaan tidak enak di epigastrium. (2)
Pada penderita gagal jantung kongestif, hampir selalu ditemukan :
  • Gejala paru berupa : dyspnea, orthopnea dan paroxysmal nocturnal dyspnea.
  • Gejala sistemik berupa lemah, cepat lelah, oliguri, nokturi, mual, muntah, asites, hepatomegali, dan edema perifer.
  • Gejala susunan saraf pusat berupa insomnia, sakit kepala, mimpi buruk sampai delirium.
Pada kasus akut, gejala yang khas ialah gejala edema paru yang meliputi : dyspnea, orthopnea, tachypnea, batuk-batuk dengan sputum berbusa, kadang-kadang hemoptisis, ditambah gejala low output seperti : takikardi, hipotensi dan oliguri beserta gejala-gejala penyakit penyebab atau pencetus lainnya seperti keluhan angina pectoris pada infark miokard akut. Apabila telah terjadi gangguan fungsi ventrikel yang berat, maka dapat ditemukn pulsus alternan. Pada keadaan yang sangat berat dapat terjadi syok kardiogenik.(4)
Diagnosis Gagal Jantung
Bayi dan anak yang menderita gagal jantung yang lama biasanya mengalami gangguan pertumbuhan. Berat badan lebih terhambat daripada tinggi badan. Tanda yang penting adalah takikardi (150x/mnt atau lebih saat istirahat), serta takipne (50x/mnt atau lebih saat istirahat). Pada prekordium dapat teraba aktivitas jantung yang meningkat.
Bising jantung sering ditemukan pada auskultasi, yang tergantung dari kelainan struktural yang ada. Terdapatnya irama derap merupakan penemuan yang berarti, khususnya pada neonatus dan bayi kecil. Ronki juga sering ditemukan pada gagal jantung. Bendungan vena sistemik ditandai oleh peninggian tekanan vena jugular, serta refluks hepatojugular.
Kedua tanda ini sulit diperiksa pada neonatus dan bayi kecil, tampak sianosis perifer akibat penurunan perfusi di kulit dan peningkatan ekstraksi oksigen jaringan ekstremitas teraba dingin, pulsasi perifer melemah, tekanan darah sistemik menurun disertai penurunan capillary refill dan gelisah. Pulsus paradoksus (pirau kiri ke kanan yang besar), pulsus alternans (penurunan fungsi ventrikel stadium lanjut). Bising jantung menyokong diagnosis tetapi tidak adanya bising jantung tidak dapat menyingkirkan bahwa bukan gagal jantung. (1,3)
  • Foto dada : dengan sedikit perkecualian, biasanya disertai kardiomegali. Paru tampak bendungan vena pulmonal. (1)
  • Elektrokardiografi : di samping frekuensi QRS yang cepat atau disritmia, dapat ditemukan pembesaran ruang-ruang jantung serta tanda-tanda penyakit miokardium/ pericardium. (1)
  • Ekokardiografi : M-mode dapat menilai kuantitas ruang jantung dan shortening fraction yaitu indeks fungsi jantung sebagai pompa. Pemeriksaan Doppler dan Doppler berwarna dapat menambah informasi secara bermakna. (1)
Penatalaksanaan Gagal Jantung
Terdapat tiga aspek yang penting dalam menanggulangi Gagal jantung : pengobatan terhadap Gagal jantung, pengobatan terhadap penyakit yang mendasari dan pengobatan terhadap faktor pencetus. Termasuk dalam pengobatan medikamentosa yaitu mengurangi retensi cairan dan garam, meningkatkan kontraktilitas dan mengurangi beban jantung.
Pengobatan umum meliputi istirahat, pengaturan suhu dan kelembaban, oksigen, pemberian cairan dan diet. Selain itu, penatalaksanaa gagal jantung juag berupa:
Medikamentosa :
  • Obat inotropik (digitalis, obat inotropik intravena),
  • Vasodilator : (arteriolar dilator : hidralazin), (venodilator : nitrat, nitrogliserin), (mixed dilator : prazosin, kaptopril, nitroprusid)
  • Diuretik
  • Pengobatan disritmia
Pembedahan :
- Penyakit jantung bawaan (paliatif, korektif)
- Penyakit jantung didapat (valvuloplasti, penggantian katup)
Komplikasi Gagal Jantung
Pada bayi dan anak yang menderita gagal jantung yang lama biasanya mengalami gangguan pertumbuhan. Berat badan lebih terhambat daripada tinggi badan. Pada gagal jantung kiri dengan gangguan pemompaan pada ventrikel kiri dapat mengakibatkan bendungan paru dan selanjutnya dapat menyebabkan ventrikel kanan berkompensasi dengan mengalami hipertrofi dan menimbulkan dispnea dan gangguan pada sistem pernapasan lainnya. Pada gagal jantung kanan dapat terjadi hepatomegali, ascites, bendungan pada vena perifer dan gangguan gastrointestinal. (1,3,6)
Prognosis Gagal Jantung
Pada sebagian kecil pasien, gagal jantung yang berat terjadi pada hari/ minggu-minggu pertama pasca lahir, misalnya sindrom hipoplasia jantung kiri, atresia aorta, koarktasio aorta atau anomali total drainase vena pulmonalis dengan obstruksi. Terhadap mereka, terapi medikmentosa saja sulit memberikan hasil, tindakan invasif diperlukan segera setelah pasien stabil. Kegagalan untuk melakukan operasi pada golongan pasien ini hampir selalu akan berakhir dengan kematian. (1,3)
Pada gagal jantung akibat PJB yang kurang berat, pendekatan awal adalah dengan terapi medis adekuat, bila ini terlihat menolong maka dapat diteruskan sambil menunggu saat yang bik untuk koreksi bedah. (1,4)
Pada pasien penyakit jantung rematik yang berat yang disertai gagal jantung, obat-obat gagal jantung terus diberikan sementara pasien memperoleh profilaksis sekunder, pengobatan dengan profilaksis sekunder mungkin dapat memperbaiki keadaan jantung. (1)
DAFTAR PUSTAKA
1. Oesman I.N, 1994. Gagal Jantung. Dalam buku ajar kardiologi anak. Binarupa Aksara. Jakarta. Hal 425 – 441
2. Abdurachman N. 1987. Gagal Jantung. Dalam Ilmu Penyakit Dalam. Balai penerbit FKUI. Jakarta. Hal 193 – 204
3. Ontoseno T. 2005. Gagal Jantung Kongestif dan Penatalaksanaannya pada Anak. Simposium nasional perinatologi dan pediatric gawat darurat. IDAI Kal-Sel. Banjarmasin. Hal 89 – 103
4. Kabo P, Karim S. 1996. Gagal Jantung Kongestif. Dalam : EKG dan penanggulangan beberapa penyakit jantung untuk dokter umum. Balai Penerbit FKUI. Jakarta. Hal 187 – 205
5. Price, Sylvia A 1994. Gangguan Fungsi Mekanis Jantung dan Bantuan Sirkulasi. Dalam : Patofisiologi konsep klinis proses-proses penyakit. EGC. Jakarta. 582 – 593
6. Mappahya, A.A. 2004. Dari Hipertensi Ke Gagal Jantung. Pendidikan Profesional Berkelanjutan Seri II. FKUH. Makassar. 2004.